Hindari Kebiasaan Makan Sambil Menonton Televisi, Bisa Jadi Penyebab Obesitas

Hindari Kebiasaan Makan Sambil Menonton Televisi, Bisa Jadi Penyebab Obesitas. Makan bersama keluarga bisa menjadi pelindung bagi kesehatan anak-anak. Akan tetapi bagi keluarga yang memiliki kebiasaan makan sambil menyaksikan televisi, cenderung mengkonsumsi makanan kurang sehat, ketimbang keluarga yang makan tanpa ditemani televisi.

Menurut penjelasan pemimpin studi Amanda Trofholz, sebaiknya orang tua menyediakan waktu setidaknya 1 kali dalam sehari, untuk makan bersama anak-anak di waktu makan malam misalnya, sebab ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak-anak tentang pilihan makanan sehat.

Ilustrasi

Peneliti menemukan, keluarga yang makan tanpa menonton televisi lebih menikmati makanan mereka, ketimbang keluarga yang memerhatikan tayangan televisi. Dan Peneliti menjelaskan, saat tidak ada gangguan dari televisi, keluarga dapat lebih menikmati makanan, sehingga cepat merasa puas dengan makanan tersebut.

Obrolan sesama anggota keluarga juga membuat sesi makan menjadi lebih menyenangkan, ini membuat keluarga lebih sehat secara mental dan terhindar dari makan emosional—kecenderungan makan berlebih karena kondisi stres atau karena terdistraksi. Sehingga, keluarga yang tidak menonton televisi saat makan secara signifikan lebih sehat.

Menurut Eileen Fitzpatrick, seorang asisten profesor di The Sage Colleges di Troy , New York, yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan "Menyaksikan televisi pada saat makan adalah gangguan yang dapat menyebabkan seseorang 'makan tanpa berpikir' termasuk makan berlebihan tanpa menyadarinya."

Lingkungan makan tanpa televisi adalah kesempatan bagi anak-anak untuk menikmati makan, mencoba makanan baru, dan mengatur diri untuk menikmati makanan sehat yang disediakan. Anak-anak dari keluarga yang menonton televisi saat makan lebih mungkin untuk kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan anak-anak yang keluarganya tidak menonton TV saat makan.


Trofholz mengatakan “Keluarga harus mencoba untuk melihat momen makan bersama keluarga sebagai sebuah kebutuhan untuk sehat,”

"Keluarga yang menjadikan makan bersama keluarga sebagai waktu untuk menjalin hubungan emosional lebih cenderung untuk mematikan televisi, menyajikan makanan dengan kualitas yang lebih tinggi, dan lebih menikmati makanan."

Tanda-tanda Kantuk Yang Tidak Sehat

Tanda-tanda Kantuk Yang Tidak Sehat. Pada artikel sebelumnya pernah kita bahas Waspada Ngantuk Berlebih di Siang hari ! Gejala Hipersomnia. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas Tanda-tanda Kantuk Yang Tidak Sehat yang saya ambil langsung dari kompas.com yang ditulis oleh Dr. Andreas Prasadja, RPSGT* Praktisi kesehatan tidur, konsultan utama AP Snoring & Sleep Disorder Clinic serta Sleep Disorder Clinic - RS. Mitra Kemayoran, pendiri @IDTidurSehat , penulis buku Ayo Bangun! anggota American Academy of Sleep Medicine.
Kantuk Yang Tidak Sehat
Masyarakat modern telah terbiasa menganggap kantuk sebagai suatu bentuk kemalasan. Sebuah hal yang tabu bagi produktivitas. Orang yang mengantuk dipandang sebelah mata. Akibatnya, kantuk diperlakukan sebagai suatu penyakit yang harus dicarikan obatnya. 

Padahal mengantuk merupakan sinyal tubuh membutuhkan tidur, sama halnya seperti lapar merupakan tanda membutuhkan makanan atau haus yang berarti membutuhkan cairan. Kantuk adalah hal alami. Secara alamiah, jika kekurangan sesuatu kita harus memenuhi kebutuhan tersebut, dan tidak tergantikan. Ya, sampai saat ini tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur.

Proses tidur itu membangun dan memperbaiki tubuh. Ia memberikan tenaga baru, semangat baru bahkan sel-sel baru. Seluruh sistem tubuh akan terganggu begitu tidur terganggu.

Pada dasarnya kita akan mengantuk jika kekurangan tidur. Tetapi kekurangan tidur harus dipahami sebagai suatu kondisi. Kondisi kurang tidur bisa disebabkan oleh durasi tidur yang kurang, atau kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk, bukan saja rasa tidur yang tak dalam yang sering dikenal masyarakat dengan sebutan tidur-tidur ayam. Kualitas tidur yang buruk ditemui dalam bentuk kantuk berlebihan walau durasi tidur sudah cukup.

Rasa kantuk berlebihan atau hipersomnia berujung pada berbagai penyakit tidur serius seperti narkolepsi atau sleep apnea/mendengkur. 

Kantuk bisa bertumpuk dan bertambah parah. Sebelum bertambah buruk dan mengakibatkan gangguan produktivitas dan kesehatan, ada baiknya kita mengenali bagaimana tanda-tanda kantuk yang tak sehat. 

"Pelor"
Pelor alias nempel molor merupakan istilah yang umum diberikan pada orang yang mudah sekali tidurnya. Begitu meletakkan kepala di atas bantal, tak kurang dari 5 menit, seseorang sudah terlelap. Padahal mulai tidur (sleep onset) yang normal adalah 10-20 menit.

Impulsif
Mengantuk akan memicu perilaku impulsif. Orang yang berada dalam kondisi kurang tidur mudah sekali terpancing emosinya. Kemampuan mengambil keputusan juga menurun drastis. Coba perhatikan, tiap kali berbelanja di midnight sale, atau browsing toko online di malam hari, kita cenderung tak berpikir panjang untuk berbelanja.


Klise
Kekurangan tidur membuat orang sulit menjadi kreatif saat berbicara di muka umum. Kemampuan memilih kata-kata secara kreatif dan sikap yang hangat akan menurun drastis saat mengantuk. Akhirnya kata-kata yang keluar pun itu-itu saja, bahkan terkesan klise.

Kemampuan Otak Menurun
Tanpa tidur yang baik, proses konsolidasi ingatan jadi tak sempurna. Ya tidur diperlukan untuk menjaga daya ingat sesorang. Demikian juga dengan kontrol emosi. Kemampuan otak dan kematangan emosi menentukan pengambilan keputusan seseorang. Orang dengan tidur yang tak sehat akan sulit untuk bertindak rasional.

Rakus
Kantuk akan meningkatkan nafsu makan. Sebenarnya mudah saja dijelaskan. Ketika mengantuk dan kekurangan tidur, sedang kita harus tetap beraktivitas, tubuh secara otomatis akan membutuhkan tenaga tambahan. Untuk itu sel-sel saraf di otak mendiktekan rasa lapar dan keinginan besar untuk menikmati makanan yang asin, manis dan gurih. Ketika merasa sulit mengendalikan nafsu makan, mungkin Anda sedang kurang tidur?

Lamban
Daya tangkap, baik di kelas atau membaca juga dipengaruhi oleh tidur. Kekurangan tidur membuat kita lamban memahami suatu subyek. Akibatnya, satu dokumen harus dibaca berulang kali baru benar-benar mengerti isinya. Dalam pengambilan keputusan juga terkesan lamban dan ragu-ragu.

Ceroboh
Karena konsentarasi yang buruk, saat kurang tidur, kita jadi ceroboh. Tanpa sengaja menjatuhkan barang-barang, atau salah menekan tombol. Tak jarang kita meletakkan kunci kendaraan bukan pada tempat biasanya. Sistem koordinasi motorik manusia jadi buruk. Ini sebabnya pendengkur yang sering mengantuk dilarang untuk berkendara.

Galau Berlebihan
Emosi jadi tak stabil ketika tidur tak sehat. Sebuah penelitian menyatakan bahwa pasangan yang kurang tidur lebih sering bertengkar dibanding yang cukup. Sementara penelitian Univ. Of California sebutkan bahwa pasangan dari orang yang tak sehat tidurnya sering merasa dihargai. 

Tertidur
Jika mengantuk sampai tertidur, tentu kekurangan tidur atau penyakit tidur yang diderita sudah sangat parah. Tetapi banyak orang mencoba mempertahankannya dengan kafein atau minuman penambah energi. Semua zat stimulan ini hanya menunda rasa kantuk tanpa mengembalikan kemampuan otak yang sudah lelah. Tandanya ketika dalam suasan yang membosankan atau cenderung gelap, orang yang mengantuk akan langsung tertidur.


Mulai dari sekarang ketika mengalami hal-hal di atas pikirkan tentang kesehatan tidur. Sudah cukupkah tidurnya? Teratur? Mendengkur? Mengigau? Ketindihan? Karena menambah konsumsi kafein atau berbagai vitamin secara berlebihan bukanlah jawaban yang tepat.

Salam,
Semoga bermanfaat.

Waspada Ngantuk Berlebih di Siang Hari ! Gejala Hipersomnia.

Waspada Ngantuk Berlebih di Siang Hari ! Gejala Hipersomnia. Tidur malam sudah cukup, tapi kok masih mengantuk terus?  Dan itu terjadi bukan cuma satu atau dua kali, tapi hampir setiap hari. Jika Anda merasa selalu ingin tidur padahal sudah cukup tidur, mungkin Anda mengalami hipersomnia.
Hipersomnia
Hipersomnia adalah kantuk berlebihan, terlihat dari tidur malam yang berkepanjangan, sulit mempertahankan keadaan terjaga pada siang hari, atau episode tidur yang tidak diinginkan pada siang hari. Menurut World Sleep Foundation, ada tiga tipe hipersomnia yaitu hipersomnia berulang,  idiopatik dan post-trauma.

Hipersomnia berulang memiliki gejala terjadi kantuk hebat berulang tanpa kenal waktu. Penderitanya bisa tidur 16-20 jam sehari. Hipersomnia idiopatik adalah gangguan neurologis, di mana penderitanya tidur malam dalam jangka waktu lama tetapi tidak menyegarkan. Sehingga, siang hari tetap mengantuk, meski sudah tidur siang dalam waktu lama, penderita tetap merasa kurang tidur.  Hipersomnia post-trauma, terjadi pada orang yang mengalami cidera otak atau syaraf di kepala.

Kenali pemicunya
Kurang tidur dalam jangka waktu lama disinyalir jadi salah satu penyebab hipersomnia. Misalnya, kebiasaan begadang yang pada satu titik akan membuat tubuh dan otak kelelahan dan menuntut tidur yang sangat panjang dalam jangka waktu yang lama juga. Pemicu lainnya adalah:

- Faktor lingkungan terdekat, seperti pasangan yang tidurnya mengorok dan kehadiran bayi baru yang minta disusui setiap tiga jam sekali walau di tengah malam.
- Shift kerja berubah-ubah. Jam biologis yang tidak tetap, akan mengacaukan ritme sirkadian (ritme internal tubuh) dan membuat otak sulit bersinkronisasi mengatur waktu tidur.
- Kondisi mental yang tidak sehat seperti cemas berlebih, depresi, kekecewaan yang mendalam seringkali membuat seseorang susah tidur dan terbangun tengah malam.
- Penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, kafein, pemakaian pil tidur dan antihistamin
- Kondisi medis seperti hipertiroid, asma dan rasa nyeri kronis.
- Jetlag atau perubahan zona waktu yang terlalu jauh jaraknya.
- Gangguan tidur yang tidak segera ditangani seperti sleep apnea (gangguan tidur karena napas), insomnia dan narkolepsi.

Yang harus dilakukan
Cara mengatasi hipersomnia adalah dengan menghindari pemicunya. Diperlukan kemauan untuk mengubah gaya hidup seperti:

- Tidak mengonsumsi alkohol, kafein dan bahan-bahan lain yang dapat membuat jadwal tidur terganggu.
- Atur jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari.
- Rutin berolahraga 20-30 menit setiap hari atau minimal tiga kali seminggu.
- Tenangkan diri dan rileks sebelum tidur. Jika doa dan pasrah kepada Yang Kuasa dirasa membantu, lakukanlah.
- Jangan merokok karena sama seperti kafein, nikotin juga bisa menunda waktu tidur Anda.
- Mandi dengan air hangat dapat membantu tubuh untuk rileks.
- Ciptakan suasana kamar yang nyaman.

Jika semua upaya di atas telah dilakukan, tapi tidak banyak membantu, segera temui dokter atau psikiater. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antidepresi dan monoamine oxidase inhibitor. Mohon diingat konsumsi imipramine dan obat-obatan yang bersifat stimulan dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko darah tinggi. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini, juga tentang efek samping lain terkait kondisi tubuh atau alergi Anda (jika punya alergi).

Sumber : kompas.com
http://health.kompas.com/read/2015/08/12/090600223/Selalu.Mengantuk.di.Siang.Hari.Hati-hati.Gejala.Hipersomnia


Salam,
Semoga Bermanfaat.
▼